Kenali Batasan Tubuh, Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya Edukasi Perlindungan Diri di MI 01 Papungan

05-Aug-2026

Admin Desa Papungan

Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya melaksanakan program edukasi bertajuk “My Body is Mine: Program Pengenalan Batasan Diri dan Perlindungan Diri Anak dari Kekerasan Seksual” di MI 01 Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan anak mengenai batasan tubuh dan keterampilan dasar perlindungan diri sejak usia sekolh dasar.
Program dilaksanakan oleh Azmi Fawaz Syahputra, mahasiswa Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya, bersama tim MMD Desa Papungan. Edukasi diberikan kepada siswa MI 01 Papungan melalui metode pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan usia peserta.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenali bagian tubuh pribadi yang perlu dijaga, memahami konsep batasan tubuh (body boundaries), membedakan sentuhan aman dan tidak aman, serta mempraktikkan cara mengatakan “tidak” ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman. Materi disampaikan melalui media gambar, permainan edukatif, cerita interaktif, dan penayangan film edukasi sehingga suasana belajar berlangsung aktif dan menyenangkan.
Azmi Fawaz Syahputra menjelaskan bahwa pendidikan mengenai keamanan tubuh penting diberikan sejak dini karena anak sering berinteraksi dengan banyak orang di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. “Anak perlu memahami bahwa tubuh mereka berharga dan mereka memiliki hak untuk menjaga serta melindunginya. Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan keberanian anak untuk berbicara dan mencari bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, dan menyampaikan pendapat saat sesi diskusi berlangsung. Beberapa siswa mampu menyebutkan langkah perlindungan diri seperti menjauh dari situasi yang tidak aman, mengatakan “berhenti”, dan melapor kepada guru atau orang tua.

Pihak MI 01 Papungan menyambut baik program edukasi tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan anak. Guru-guru berharap materi mengenai keamanan tubuh dapat terus diperkuat melalui kegiatan pembelajaran di sekolah maupun pendampingan orang tua di rumah.
Selain memberikan edukasi langsung kepada siswa, tim MMD juga menyerahkan media edukasi berupa poster dan materi visual sederhana yang dapat dimanfaatkan sekolah sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan. Dokumentasi kegiatan dan hasil evaluasi akan digunakan sebagai bahan pengembangan program serupa pada masa mendatang.
Program “My Body is Mine” sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, Pendidikan Berkualitas, khususnya penguatan keterampilan hidup (life skills) yang mendukung keselamatan dan kesejahteraan anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya berharap tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Kegiatan edukasi di MI 01 Papungan menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Universitas Brawijaya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui pendidikan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan meningkatnya kesadaran anak mengenai batasan tubuh dan perlindungan diri, diharapkan mereka mampu membangun interaksi sosial yang sehat dan menjaga keselamatan dirinya dalam kehidupan sehari-hari.