Informasi Seputar Desa Papungan
Home / Informasi
INFORMASI
PENGUMUMAN
Berikut pengumuman penting bagi seluruh warga Desa Papungan. Jangan lupa untuk selalu membaca pengumuman dan menandai kalender Anda agar tidak melewatkan informasi penting di hari-hari mendatang!
Penting! Jangan Lewatkan! Acara Pengambilan Sembako untuk Warga Desa Papungan
29-Jul-2024
Kepada seluruh warga Desa Papungan, kami mengumumkan bahwa akan diadakan acara Pengambilan Sembako yang disediakan khusus untuk warga desa. Acara ini akan dilaksanakan pada:
đź—“ Tanggal: Rabu, 10 Juli 2024đź•° Waktu:
Sesi 1: 10.00 - 12.00
Sesi 2: 12.30 - 14.00
Selengkapnya
Ayo Ikuti dan Meriahkan! Acara Senam TERA se-Kecamatan
28-Jul-2024
Kepada seluruh warga Desa Papungan, mari bersama-sama kita meriahkan acara Senam TERA se-Kecamatan yang akan dilaksanakan pada:
đź—“ Tanggal: Jumat, 19 Juli 2024
⏰ Waktu: Pukul 06.00 WIB
📍 Tempat: Balai Desa Papungan
Selengkapnya
INFORMASI
BERITA
Berikut adalah Berita Terkini dari Desa Papungan. Simak informasi terbaru dan penting berikut untuk tetap terhubung dengan perkembangan desa kita!
Kenali Batasan Tubuh, Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya Edukasi Perlindungan Diri di MI 01 Papungan
05-Aug-2026
fotoberita
Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya melaksanakan program edukasi bertajuk “My Body is Mine: Program Pengenalan Batasan Diri dan Perlindungan Diri Anak dari Kekerasan Seksual” di MI 01 Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan anak mengenai batasan tubuh dan keterampilan dasar perlindungan diri sejak usia sekolh dasar.
Program dilaksanakan oleh Azmi Fawaz Syahputra, mahasiswa Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya, bersama tim MMD Desa Papungan. Edukasi diberikan kepada siswa MI 01 Papungan melalui metode pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan usia peserta.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenali bagian tubuh pribadi yang perlu dijaga, memahami konsep batasan tubuh (body boundaries), membedakan sentuhan aman dan tidak aman, serta mempraktikkan cara mengatakan “tidak” ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman. Materi disampaikan melalui media gambar, permainan edukatif, cerita interaktif, dan penayangan film edukasi sehingga suasana belajar berlangsung aktif dan menyenangkan.
Azmi Fawaz Syahputra menjelaskan bahwa pendidikan mengenai keamanan tubuh penting diberikan sejak dini karena anak sering berinteraksi dengan banyak orang di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. “Anak perlu memahami bahwa tubuh mereka berharga dan mereka memiliki hak untuk menjaga serta melindunginya. Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan keberanian anak untuk berbicara dan mencari bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, dan menyampaikan pendapat saat sesi diskusi berlangsung. Beberapa siswa mampu menyebutkan langkah perlindungan diri seperti menjauh dari situasi yang tidak aman, mengatakan “berhenti”, dan melapor kepada guru atau orang tua.

Pihak MI 01 Papungan menyambut baik program edukasi tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan anak. Guru-guru berharap materi mengenai keamanan tubuh dapat terus diperkuat melalui kegiatan pembelajaran di sekolah maupun pendampingan orang tua di rumah.
Selain memberikan edukasi langsung kepada siswa, tim MMD juga menyerahkan media edukasi berupa poster dan materi visual sederhana yang dapat dimanfaatkan sekolah sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan. Dokumentasi kegiatan dan hasil evaluasi akan digunakan sebagai bahan pengembangan program serupa pada masa mendatang.
Program “My Body is Mine” sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, Pendidikan Berkualitas, khususnya penguatan keterampilan hidup (life skills) yang mendukung keselamatan dan kesejahteraan anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya berharap tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Kegiatan edukasi di MI 01 Papungan menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Universitas Brawijaya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui pendidikan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan meningkatnya kesadaran anak mengenai batasan tubuh dan perlindungan diri, diharapkan mereka mampu membangun interaksi sosial yang sehat dan menjaga keselamatan dirinya dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya
Kolaborasi Program MMD UB kelompok 69 Perkuat Partisipasi Pemuda, Inklusivitas, dan Kesehatan Jiwa di Desa Papungan
05-Aug-2026
fotoberita
Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 69 menyelenggarakan kegiatan Program Aksi Pemuda Desa (AMUDA) yang berfokus pada diskusi terkait Partisipasi Pemuda Desa, Edukasi Inklusivitas, dan Sehat Jiwa pada Sabtu (19/7/2026) di Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas organisasi pemuda yang ada di desa Papungan melalui penguatan partisipasi pemuda, peningkatan pemahaman mengenai nilai-nilai inklusivitas, serta edukasi kesehatan jiwa sebagai upaya mewujudkan pemuda yang lebih berdaya dan sejahtera di masyarakat.

Kegiatan diikuti oleh pemuda desa yang terlibat dalam organisasi kepemudaan di desa seperti Karang Taruna, IPNU, dan IPPNU Desa Papungan. Rangkaian kegiatan dibagi ke dalam tiga moderator dengan materi studi kasus masing-masing yang disampaikan oleh anggota tim, yakni Siti Nurazizah Meisya Fazha mengenai penguatan partisipasi pemuda desa, Annisa Mahsa Reva tentang penyuluhan disabilitas dan penerapan lingkungan inklusif, dan terakhir oleh Fadhilah Ahmad mengenai tata cara meregulasi emosi dan coping stress.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dan sambutan lalu dilanjut dengan pembagian kelompok dalam sesi Focus Group Discussion dengan kelompok pertama yang membahas materi peran strategis pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan desa. Lalu ada kelompok kedua peserta memperoleh edukasi mengenai inklusivitas dan ragam jenis disabilitas yang menekankan pentingnya menciptakan ruang yang aman dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Kemudian kelompok ketiga mendapatkan materi kesehatan jiwa yang membahas cara mengenali emosi, pentingnya dukungan sosial dalam mengatasi stress, serta langkah sederhana dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Setelah berdiskusi secara intens, setiap kelompok mempresentasikan hasil pembahasan dan menyampaikan kesimpulan sebagai bentuk refleksi atas materi yang telah didiskusikan bersama.


"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat, khususnya para pemuda, tidak hanya memiliki semangat untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang inklusif dan peduli terhadap kesehatan jiwa. Ketiga materi ini saling melengkapi untuk membangun kualitas sumber daya manusia Desa Papungan," ujar Meisya.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang berlangsung pada setiap materi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa MMD UB Kelompok 69 dalam mendukung pembangunan masyarakat Desa Papungan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

Program ini juga mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya SDGs 3 (Desa Sehat dan Sejahtera), SDGs 4 (Pendidikan Desa Berkualitas), SDGs 10 (Desa Tanpa Kesenjangan), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Pembangunan Desa).
Selengkapnya
Mahasiswa MMD UB Dorong Penguatan Daya Saing UMKM Desa Papungan melalui Transformasi Keuangan, Kemasan, dan Branding Digital
05-Aug-2026
fotoberita
Dalam upaya meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Mahasiswa Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 69 menyelenggarakan kegiatan kolaborasi tiga program kerja individu bertajuk "Penguatan Daya Saing UMKM Desa Papungan melalui Transformasi Keuangan, Kemasan, dan Branding Digital". Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, bertempat di Gedung Sekretariat PMII Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para pelaku UMKM Desa Papungan bersama mahasiswa MMD Universitas Brawijaya. Program ini menjadi wadah edukasi sekaligus pendampingan bagi pelaku usaha dalam meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis melalui penguatan aspek keuangan, kemasan produk, dan branding digital.
Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan yang masih dihadapi sebagian besar UMKM di Desa Papungan. Dalam aspek keuangan, banyak pelaku usaha yang masih mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha sehingga kesulitan mengetahui kondisi laba maupun rugi usahanya. Selain itu, dari sisi produk, kemasan yang digunakan masih tergolong sederhana dengan desain yang kurang menarik serta label informasi yang belum lengkap. Di sisi pemasaran, pemanfaatan visual branding, khususnya melalui desain kemasan dan media sosial, juga masih belum optimal sehingga belum mampu meningkatkan daya tarik produk di pasar yang lebih luas.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya mengolaborasikan tiga program kerja individu dalam satu rangkaian kegiatan. Program kerja tersebut meliputi SiCuan (Digitalisasi Pembukuan Keuangan untuk UMKM yang Lebih Tertata dan Menguntungkan), Optimalisasi Daya Saing UMKM melalui Revitalisasi Kemasan dan Label Produk Berbasis Keamanan Pangan, serta Redesain Kemasan dan Optimalisasi Media Sosial.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya revitalisasi kemasan sebagai identitas produk sekaligus media informasi bagi konsumen. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai strategi branding digital, khususnya dalam membangun identitas produk melalui desain kemasan dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Pada sesi berikutnya, peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya pembukuan keuangan sederhana, mulai dari pemisahan keuangan pribadi dan usaha hingga pencatatan transaksi secara teratur.
Sebagai bentuk implementasi materi, kegiatan dilanjutkan dengan workshop praktik pembukuan sederhana menggunakan aplikasi BukuWarung. Dalam sesi ini, peserta didampingi secara langsung oleh mahasiswa MMD Universitas Brawijaya untuk mengunduh aplikasi, membuat akun, serta mempraktikkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran usaha. Melalui pendampingan tersebut, diharapkan para pelaku UMKM mampu menerapkan sistem pencatatan keuangan yang lebih tertata dan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan usahanya.
Melalui kolaborasi ketiga program kerja ini, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya berharap para pelaku UMKM Desa Papungan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengimplementasikan pengelolaan keuangan yang lebih baik, menghadirkan kemasan produk yang lebih menarik dan informatif, serta memperkuat branding digital guna meningkatkan daya saing produk di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.
Selengkapnya
Kunjungan Bupati Blitar
23-Jul-2026
fotoberita
Kunjungan Bupati Blitar Bapk Riyanto ke Desa Papungan, kemarin Rabu tanggal 22/7/2026 dalam rangka meninjau sumur pertanian. Hal ini sebagai upaya mendukung ketersediaan air bagi para petani. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan hasil pertanian serta kesejahteraan masyarakat Desa Papungan.
Selengkapnya
Buat KTP Yuk Gen-Z
01-Jul-2026
fotoberita
Kalian gen-Z
Kalian sudah masuk 16 Tahun???
sudah bisa loh kalian rekam KTP sekarang.
baca ya informasi dari kami
Selengkapnya
FORMULIR
Berikan Aspirasi mu!
Kami sangat ingin mendengar pendapat dan saran Anda untuk membuat desa kita lebih baik. Apapun yang ingin Anda sampaikan seperti saran, ide, atau masukan semuanya sangat berarti. Yuk, isi formulir di bawah ini dan mari kita bersama-sama membangun desa yang lebih nyaman dan bahagia. Terima kasih banyak atas partisipasinya!

Tidak ada file yang terunggah

* file png atau jpg