HELLO Project, Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya Latih Keramahan dan Kepercayaan Diri Siswa SDN Papungan 01

10-Aug-2026

Admin Desa Papungan

Blitar, 13 Juli 2026. Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya melaksanakan program edukasi bertajuk “HELLO Project: Belajar Jadi Anak Ramah, Rapi, dan Percaya Diri” di SDN Papungan 01, Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan sosial, kedisiplinan diri, serta keberanian berkomunikasi siswa sekolah dasar, termasuk dalam bahasa Inggris sederhana.
Program dilaksanakan oleh Kinanti Bening Sekaranjani, mahasiswa Universitas Brawijaya, bersama tim MMD Kelompok 69 Desa Papungan. Edukasi diberikan kepada siswa Kelas 6 SDN Papungan 01 melalui metode pembelajaran interaktif berupa pemaparan materi bergambar, tanya jawab, praktik langsung, dan permainan edukatif yang disesuaikan dengan usia peserta.
HELLO Project merupakan akronim dari empat nilai utama yang menjadi inti materi kegiatan, yaitu Hospitality (ramah tamah kepada semua orang), English (berani menggunakan bahasa Inggris), Leadership (menjadi pemimpin yang baik), dan Learning Opportunity (belajar sambil bermain). Keempat nilai tersebut dikemas dalam materi yang aplikatif sehingga mudah dipraktikkan siswa dalam keseharian di sekolah maupun di rumah.
Pada sesi pertama, siswa diajak menghafalkan dan mempraktikkan budaya 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun, lengkap dengan contoh penerapannya di lingkungan sekolah seperti menyapa petugas keamanan di gerbang dan memberi salam ketika guru masuk kelas. Materi dilanjutkan dengan grooming atau kerapian diri yang mencakup rambut rapi, kuku bersih, seragam rapi, dan sepatu bersih, disertai pengecekan bersama di dalam kelas.
Sebagai penguat materi tersebut, tim MMD Universitas Brawijaya juga menyerahkan banner edukasi bertema “Mari Budayakan 5S” yang telah dipasang secara permanen di dinding sekolah. Banner tersebut memuat ilustrasi dan penjelasan singkat setiap unsur 5S sehingga dapat menjadi media pengingat visual bagi seluruh siswa, tidak terbatas pada peserta kegiatan, dalam kegiatan belajar sehari-hari di sekolah.

Banner edukasi “Mari Budayakan 5S” yang dipasang di dinding SDN Papungan 01.
Sesi berikutnya memperkenalkan empat kata ajaib, yakni tolong (please), maaf (sorry), terima kasih (thank you), dan permisi (excuse me), termasuk penjelasan perbedaan penggunaan sorry dan excuse me. Siswa juga dilatih menggunakan sapaan sehari-hari dalam bahasa Inggris, memperkenalkan diri dalam tiga kalimat sederhana, serta mempraktikkan cara menyambut dan mengarahkan tamu yang datang ke sekolah dengan sopan. Pada bagian kepemimpinan, siswa dibekali empat langkah menengahi perselisihan teman, yaitu mendengarkan kedua pihak, tidak memihak, mencari jalan tengah yang adil, dan mengajak berdamai.
Kegiatan ditutup dengan sesi games interaktif berisi sepuluh soal bergambar yang seluruh jawabannya bersumber dari materi yang telah disampaikan. Siswa berlomba mengangkat tangan untuk menjawab, mulai dari menyusun huruf menjadi kata “welcome”, membalas ucapan terima kasih dalam bahasa Inggris, hingga empat soal bonus berupa praktik memperkenalkan diri dan menyambut tamu secara langsung di depan kelas. Jawaban yang benar diapresiasi dengan pemberian hadiah kecil sebagai bentuk penguatan positif.
Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan sesi Promise Wall, yaitu papan janji yang berisi komitmen pribadi siswa. Setiap peserta menuliskan janjinya pada selembar kertas, kemudian menempelkannya pada papan yang disediakan. Beragam komitmen ditulis siswa, mulai dari janji untuk lebih rajin belajar agar dapat masuk ke sekolah menengah pertama yang diinginkan, berjanji tidak lagi terlambat datang ke sekolah, hingga berjanji untuk berbicara lebih sopan kepada orang tua dan guru. Papan tersebut ditinggalkan di kelas sebagai pengingat harian bagi siswa terhadap janji yang telah mereka buat sendiri.

Sesi Promise Wall berisi janji dan komitmen pribadi siswa Kelas 6 SDN Papungan 01.
Kinanti Bening Sekaranjani menjelaskan bahwa keterampilan sosial dan keberanian berkomunikasi perlu dilatih sejak sekolah dasar karena menjadi bekal siswa dalam berinteraksi di jenjang pendidikan berikutnya. “Anak-anak sebenarnya sudah memiliki potensi untuk ramah dan percaya diri. Melalui kegiatan ini kami ingin memberi mereka ruang untuk berlatih, sehingga sikap ramah, rapi, dan berani berbicara menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, dan berani maju ke depan kelas untuk mempraktikkan percakapan bahasa Inggris. Beberapa siswa mampu menyebutkan kelima unsur 5S dengan lengkap beserta contoh nyatanya, serta memperkenalkan diri menggunakan kalimat bahasa Inggris sederhana secara mandiri.
Pihak SDN Papungan 01 menyambut baik program edukasi tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan siswa, khususnya bagi peserta didik kelas akhir yang akan melanjutkan ke jenjang sekolah menengah. Guru-guru berharap materi mengenai keramahan, kerapian, dan kepercayaan diri dapat terus diperkuat melalui pembiasaan di sekolah maupun pendampingan orang tua di rumah.
Program “HELLO Project” sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, Pendidikan Berkualitas, khususnya penguatan keterampilan hidup (life skills) yang mencakup kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan diri, dan kepemimpinan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya berharap tercipta lingkungan sekolah yang lebih ramah, tertib, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Kegiatan edukasi di SDN Papungan 01 menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Universitas Brawijaya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui pendidikan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan meningkatnya keterampilan sosial dan kepercayaan diri siswa, diharapkan mereka mampu membangun interaksi yang sehat, menjaga sopan santun, dan siap menghadapi lingkungan belajar yang lebih luas pada masa mendatang.