MMD UB Kelompok 69 Revitalisasi dan Pengenalan Ruang Baca Naira untuk Perkuat Budaya Literasi di Desa Papungan

11-Aug-2026

Admin Desa Papungan

Kemampuan literasi menjadi salah satu aspek penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Kemampuan literasi membangun dasar berpikir kritis, memperluas pengetahuan, serta membentuk kebiasaan belajar yang kuat. Hal ini membantu anak memahami dunia dan siap menghadapi masa depan. Pada hari Sabtu, tanggal 25 Juli 2026 tim Mahasiswa Membangun Desa (MMD) kelompok 69 telah melaksanakan kegiatan Revitalisasi sekaligus Peresmian Ruang Baca Naira yang ada di Dusun Gajah, Desa Papungan sebagai langkah untuk mendukung penguatan literasi dan memperkenalkan kembali keberadaan ruang baca kepada masyarakat desa. Terimakasih kepada dosen pembimbing lapangan kami yaitu Muhammad Fakhri, S.Pi., M.P., Ph.D serta DRPM Universitas Brawijaya yang telah memberi support pendanaan untuk kegiatan ini.
Kegiatan diselenggarakan di Ruang Baca Naira dengan melibatkan anak-anak, pengelola ruang baca, serta masyarakat sekitar. Revitalisasi dilakukan melalui penataan ulang koleksi buku, pelabelan dan invetarisasi buku, penambahan media edukatif seperti poster dan permainan edukatif, pemasangan plang ruang baca, serta pembenahan tata ruang agar lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung, khususnya anak-anak.
Pengenalan Ruang Baca Naira menjadi puncak dari rangkaian kegiatan revitalisasi yang telah dilakukan oleh tim MMD kelompok 69 sejak minggu pertama kegiatan KKN berlangsung. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Ruang Baca Naira kepada peserta. Hal tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali fungsi Ruang Baca Naira sebagai pusat literasi yang dapat diakses oleh seluruh warga, khususnya anak-anak di Desa Papungan.

Setelah prosesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan sesi storytelling yang dibawakan oleh Kak Fadhil. Melalui cerita yang disampaikan secara interaktif, anak-anak diajak untuk berimajinasi sekaligus mengambil nilai-nilai positif dari setiap kisah. Suasana semakin meriah ketika peserta menunjukkan antusiasme dengan aktif menjawab pertanyaan dan berinteraksi selama sesi berlangsung.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan reading session sekaligus membaca nyaring (read aloud). Dalam sesi ini, anak-anak diberikan kesempatan untuk membaca buku pilihan mereka secara bergantian di hadapan teman-temannya. Kegiatan tersebut bertujuan melatih keberanian, meningkatkan kemampuan membaca, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak dini.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi awarding bagi anak-anak yang telah berhasil melengkapi stempel pada kartu peminjaman buku Ruang Baca Naira. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi mereka dalam memanfaatkan fasilitas ruang baca dan membangun kebiasaan membaca secara berkelanjutan. Melalui pemberian penghargaan sederhana tersebut, mahasiswa MMD berharap dapat memotivasi lebih banyak anak untuk rutin berkunjung, meminjam buku, dan menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Kartu peminjaman tersebut diperkenalkan oleh MMD Kelompok 69 sebagai upaya mendorong budaya membaca melalui sistem apresiasi, di mana setiap peminjaman buku akan mendapatkan satu stempel dan anak-anak yang berhasil mengumpulkan stempel sesuai ketentuan berhak memperoleh hadiah.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh semangat, mulai dari sesi storytelling, membaca bersama, hingga prosesi pemberian penghargaan. Melalui revitalisasi dan pengenalan Ruang Baca Naira ini, MMD Universitas Brawijaya Kelompok 69 berharap ruang baca dapat kembali aktif sebagai pusat literasi desa sekaligus menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak dan masyarakat Desa Papungan.