Informasi Seputar Desa Papungan
Home / Informasi
INFORMASI
PENGUMUMAN
Berikut pengumuman penting bagi seluruh warga Desa Papungan. Jangan lupa untuk selalu membaca pengumuman dan menandai kalender Anda agar tidak melewatkan informasi penting di hari-hari mendatang!
Penting! Jangan Lewatkan! Acara Pengambilan Sembako untuk Warga Desa Papungan
29-Jul-2024
Kepada seluruh warga Desa Papungan, kami mengumumkan bahwa akan diadakan acara Pengambilan Sembako yang disediakan khusus untuk warga desa. Acara ini akan dilaksanakan pada:
đź—“ Tanggal: Rabu, 10 Juli 2024đź•° Waktu:
Sesi 1: 10.00 - 12.00
Sesi 2: 12.30 - 14.00
Selengkapnya
Ayo Ikuti dan Meriahkan! Acara Senam TERA se-Kecamatan
28-Jul-2024
Kepada seluruh warga Desa Papungan, mari bersama-sama kita meriahkan acara Senam TERA se-Kecamatan yang akan dilaksanakan pada:
đź—“ Tanggal: Jumat, 19 Juli 2024
⏰ Waktu: Pukul 06.00 WIB
📍 Tempat: Balai Desa Papungan
Selengkapnya
INFORMASI
BERITA
Berikut adalah Berita Terkini dari Desa Papungan. Simak informasi terbaru dan penting berikut untuk tetap terhubung dengan perkembangan desa kita!
Swarakarya Papungan Meriahkan Perlombaan Anak, Pentas Seni dan Bazar UMKM Sekaligus Menjadi Penutupan MMD UB Kelompok 69 di Desa Papungan
11-Aug-2026
fotoberita
Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya Kelompok 69 sukses menyelenggarakan kegiatan Swarakarya Papungan yang diikuti dengan Bazar UMKM sebagai puncak sekaligus penutupan rangkaian pengabdian di Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Halaman Koperasi Desa Merah Putih Desa Papungan ini menghadirkan berbagai agenda, mulai dari pentas seni, perlombaan anak-anak, bazar UMKM, hingga seremoni penutupan program MMD. Terimakasih kepada dosen pembimbing lapangan kami yaitu Muhammad Fakhri, S.Pi., M.P., Ph.D serta DRPM Universitas Brawijaya yang telah memberi support pendanaan untuk kegiatan ini.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya Kelompok 69 dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Peserta lomba dan pentas seni merupakan siswa dari SD Negeri Papungan 1 dan MI Papungan 1, sementara bazar diikuti oleh para pelaku UMKM Desa Papungan. Acara juga dihadiri oleh perangkat desa, guru-guru SD dan MI, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat Desa Papungan yang turut memadati lokasi kegiatan.
Swarakarya Papungan diselenggarakan sebagai upaya memberikan wadah bagi anak-anak Desa Papungan untuk menunjukkan sekaligus mengasah bakat mereka di hadapan publik melalui berbagai penampilan seni dan perlombaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi solusi atas tidak terselenggaranya bazar UMKM desa akibat kebijakan efisiensi anggaran, sehingga para pelaku UMKM tetap memiliki kesempatan untuk mempromosikan dan memasarkan produknya kepada masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan perlombaan tingkat sekolah dasar yang terdiri atas Lomba Mind Mapping dan Lomba Membaca Puisi. Setelah itu, suasana semakin semarak dengan penampilan pentas seni dari para siswa yang menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari tari tradisional, menyanyi, hingga pertunjukan kreatif lainnya. Di sisi lain, bazar UMKM yang digelar secara bersamaan menghadirkan berbagai produk unggulan khas Desa Papungan yang menarik perhatian para pengunjung.

Sepanjang kegiatan berlangsung, antusiasme peserta maupun masyarakat terlihat begitu tinggi. Para peserta lomba tampil dengan penuh semangat, sementara penampilan seni mendapat apresiasi meriah dari para penonton. Stand-stand bazar UMKM juga ramai dikunjungi masyarakat yang antusias membeli berbagai produk lokal. Kehadiran berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tenaga pendidik, aparat keamanan, hingga warga, semakin menambah kemeriahan suasana.
Melalui kegiatan Swarakarya Papungan, Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya Kelompok 69 berharap potensi seni anak-anak Desa Papungan dapat terus berkembang serta menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mendukung pelestarian budaya dan pengembangan potensi generasi muda. Di sisi lain, bazar UMKM diharapkan mampu menjadi sarana promosi yang memberikan manfaat bagi para pelaku usaha lokal sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Desa Papungan.
Selengkapnya
MMD UB Kelompok 69 Revitalisasi dan Pengenalan Ruang Baca Naira untuk Perkuat Budaya Literasi di Desa Papungan
11-Aug-2026
fotoberita
Kemampuan literasi menjadi salah satu aspek penting yang perlu ditanamkan sejak dini. Kemampuan literasi membangun dasar berpikir kritis, memperluas pengetahuan, serta membentuk kebiasaan belajar yang kuat. Hal ini membantu anak memahami dunia dan siap menghadapi masa depan. Pada hari Sabtu, tanggal 25 Juli 2026 tim Mahasiswa Membangun Desa (MMD) kelompok 69 telah melaksanakan kegiatan Revitalisasi sekaligus Peresmian Ruang Baca Naira yang ada di Dusun Gajah, Desa Papungan sebagai langkah untuk mendukung penguatan literasi dan memperkenalkan kembali keberadaan ruang baca kepada masyarakat desa. Terimakasih kepada dosen pembimbing lapangan kami yaitu Muhammad Fakhri, S.Pi., M.P., Ph.D serta DRPM Universitas Brawijaya yang telah memberi support pendanaan untuk kegiatan ini.
Kegiatan diselenggarakan di Ruang Baca Naira dengan melibatkan anak-anak, pengelola ruang baca, serta masyarakat sekitar. Revitalisasi dilakukan melalui penataan ulang koleksi buku, pelabelan dan invetarisasi buku, penambahan media edukatif seperti poster dan permainan edukatif, pemasangan plang ruang baca, serta pembenahan tata ruang agar lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung, khususnya anak-anak.
Pengenalan Ruang Baca Naira menjadi puncak dari rangkaian kegiatan revitalisasi yang telah dilakukan oleh tim MMD kelompok 69 sejak minggu pertama kegiatan KKN berlangsung. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Ruang Baca Naira kepada peserta. Hal tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali fungsi Ruang Baca Naira sebagai pusat literasi yang dapat diakses oleh seluruh warga, khususnya anak-anak di Desa Papungan.

Setelah prosesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan sesi storytelling yang dibawakan oleh Kak Fadhil. Melalui cerita yang disampaikan secara interaktif, anak-anak diajak untuk berimajinasi sekaligus mengambil nilai-nilai positif dari setiap kisah. Suasana semakin meriah ketika peserta menunjukkan antusiasme dengan aktif menjawab pertanyaan dan berinteraksi selama sesi berlangsung.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan reading session sekaligus membaca nyaring (read aloud). Dalam sesi ini, anak-anak diberikan kesempatan untuk membaca buku pilihan mereka secara bergantian di hadapan teman-temannya. Kegiatan tersebut bertujuan melatih keberanian, meningkatkan kemampuan membaca, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak dini.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi awarding bagi anak-anak yang telah berhasil melengkapi stempel pada kartu peminjaman buku Ruang Baca Naira. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi mereka dalam memanfaatkan fasilitas ruang baca dan membangun kebiasaan membaca secara berkelanjutan. Melalui pemberian penghargaan sederhana tersebut, mahasiswa MMD berharap dapat memotivasi lebih banyak anak untuk rutin berkunjung, meminjam buku, dan menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Kartu peminjaman tersebut diperkenalkan oleh MMD Kelompok 69 sebagai upaya mendorong budaya membaca melalui sistem apresiasi, di mana setiap peminjaman buku akan mendapatkan satu stempel dan anak-anak yang berhasil mengumpulkan stempel sesuai ketentuan berhak memperoleh hadiah.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak mengikuti setiap rangkaian acara dengan penuh semangat, mulai dari sesi storytelling, membaca bersama, hingga prosesi pemberian penghargaan. Melalui revitalisasi dan pengenalan Ruang Baca Naira ini, MMD Universitas Brawijaya Kelompok 69 berharap ruang baca dapat kembali aktif sebagai pusat literasi desa sekaligus menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak dan masyarakat Desa Papungan.
Selengkapnya
HELLO Project, Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya Latih Keramahan dan Kepercayaan Diri Siswa SDN Papungan 01
10-Aug-2026
fotoberita
Blitar, 13 Juli 2026. Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya melaksanakan program edukasi bertajuk “HELLO Project: Belajar Jadi Anak Ramah, Rapi, dan Percaya Diri” di SDN Papungan 01, Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan sosial, kedisiplinan diri, serta keberanian berkomunikasi siswa sekolah dasar, termasuk dalam bahasa Inggris sederhana.
Program dilaksanakan oleh Kinanti Bening Sekaranjani, mahasiswa Universitas Brawijaya, bersama tim MMD Kelompok 69 Desa Papungan. Edukasi diberikan kepada siswa Kelas 6 SDN Papungan 01 melalui metode pembelajaran interaktif berupa pemaparan materi bergambar, tanya jawab, praktik langsung, dan permainan edukatif yang disesuaikan dengan usia peserta.
HELLO Project merupakan akronim dari empat nilai utama yang menjadi inti materi kegiatan, yaitu Hospitality (ramah tamah kepada semua orang), English (berani menggunakan bahasa Inggris), Leadership (menjadi pemimpin yang baik), dan Learning Opportunity (belajar sambil bermain). Keempat nilai tersebut dikemas dalam materi yang aplikatif sehingga mudah dipraktikkan siswa dalam keseharian di sekolah maupun di rumah.
Pada sesi pertama, siswa diajak menghafalkan dan mempraktikkan budaya 5S, yaitu Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun, lengkap dengan contoh penerapannya di lingkungan sekolah seperti menyapa petugas keamanan di gerbang dan memberi salam ketika guru masuk kelas. Materi dilanjutkan dengan grooming atau kerapian diri yang mencakup rambut rapi, kuku bersih, seragam rapi, dan sepatu bersih, disertai pengecekan bersama di dalam kelas.
Sebagai penguat materi tersebut, tim MMD Universitas Brawijaya juga menyerahkan banner edukasi bertema “Mari Budayakan 5S” yang telah dipasang secara permanen di dinding sekolah. Banner tersebut memuat ilustrasi dan penjelasan singkat setiap unsur 5S sehingga dapat menjadi media pengingat visual bagi seluruh siswa, tidak terbatas pada peserta kegiatan, dalam kegiatan belajar sehari-hari di sekolah.

Banner edukasi “Mari Budayakan 5S” yang dipasang di dinding SDN Papungan 01.
Sesi berikutnya memperkenalkan empat kata ajaib, yakni tolong (please), maaf (sorry), terima kasih (thank you), dan permisi (excuse me), termasuk penjelasan perbedaan penggunaan sorry dan excuse me. Siswa juga dilatih menggunakan sapaan sehari-hari dalam bahasa Inggris, memperkenalkan diri dalam tiga kalimat sederhana, serta mempraktikkan cara menyambut dan mengarahkan tamu yang datang ke sekolah dengan sopan. Pada bagian kepemimpinan, siswa dibekali empat langkah menengahi perselisihan teman, yaitu mendengarkan kedua pihak, tidak memihak, mencari jalan tengah yang adil, dan mengajak berdamai.
Kegiatan ditutup dengan sesi games interaktif berisi sepuluh soal bergambar yang seluruh jawabannya bersumber dari materi yang telah disampaikan. Siswa berlomba mengangkat tangan untuk menjawab, mulai dari menyusun huruf menjadi kata “welcome”, membalas ucapan terima kasih dalam bahasa Inggris, hingga empat soal bonus berupa praktik memperkenalkan diri dan menyambut tamu secara langsung di depan kelas. Jawaban yang benar diapresiasi dengan pemberian hadiah kecil sebagai bentuk penguatan positif.
Rangkaian kegiatan dilengkapi dengan sesi Promise Wall, yaitu papan janji yang berisi komitmen pribadi siswa. Setiap peserta menuliskan janjinya pada selembar kertas, kemudian menempelkannya pada papan yang disediakan. Beragam komitmen ditulis siswa, mulai dari janji untuk lebih rajin belajar agar dapat masuk ke sekolah menengah pertama yang diinginkan, berjanji tidak lagi terlambat datang ke sekolah, hingga berjanji untuk berbicara lebih sopan kepada orang tua dan guru. Papan tersebut ditinggalkan di kelas sebagai pengingat harian bagi siswa terhadap janji yang telah mereka buat sendiri.

Sesi Promise Wall berisi janji dan komitmen pribadi siswa Kelas 6 SDN Papungan 01.
Kinanti Bening Sekaranjani menjelaskan bahwa keterampilan sosial dan keberanian berkomunikasi perlu dilatih sejak sekolah dasar karena menjadi bekal siswa dalam berinteraksi di jenjang pendidikan berikutnya. “Anak-anak sebenarnya sudah memiliki potensi untuk ramah dan percaya diri. Melalui kegiatan ini kami ingin memberi mereka ruang untuk berlatih, sehingga sikap ramah, rapi, dan berani berbicara menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, dan berani maju ke depan kelas untuk mempraktikkan percakapan bahasa Inggris. Beberapa siswa mampu menyebutkan kelima unsur 5S dengan lengkap beserta contoh nyatanya, serta memperkenalkan diri menggunakan kalimat bahasa Inggris sederhana secara mandiri.
Pihak SDN Papungan 01 menyambut baik program edukasi tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan siswa, khususnya bagi peserta didik kelas akhir yang akan melanjutkan ke jenjang sekolah menengah. Guru-guru berharap materi mengenai keramahan, kerapian, dan kepercayaan diri dapat terus diperkuat melalui pembiasaan di sekolah maupun pendampingan orang tua di rumah.
Program “HELLO Project” sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, Pendidikan Berkualitas, khususnya penguatan keterampilan hidup (life skills) yang mencakup kemampuan berkomunikasi, kedisiplinan diri, dan kepemimpinan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya berharap tercipta lingkungan sekolah yang lebih ramah, tertib, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Kegiatan edukasi di SDN Papungan 01 menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Universitas Brawijaya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui pendidikan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan meningkatnya keterampilan sosial dan kepercayaan diri siswa, diharapkan mereka mampu membangun interaksi yang sehat, menjaga sopan santun, dan siap menghadapi lingkungan belajar yang lebih luas pada masa mendatang.
Selengkapnya
Kenali Batasan Tubuh, Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya Edukasi Perlindungan Diri di MI 01 Papungan
05-Aug-2026
fotoberita
Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya melaksanakan program edukasi bertajuk “My Body is Mine: Program Pengenalan Batasan Diri dan Perlindungan Diri Anak dari Kekerasan Seksual” di MI 01 Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan anak mengenai batasan tubuh dan keterampilan dasar perlindungan diri sejak usia sekolh dasar.
Program dilaksanakan oleh Azmi Fawaz Syahputra, mahasiswa Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya, bersama tim MMD Desa Papungan. Edukasi diberikan kepada siswa MI 01 Papungan melalui metode pembelajaran interaktif yang disesuaikan dengan usia peserta.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenali bagian tubuh pribadi yang perlu dijaga, memahami konsep batasan tubuh (body boundaries), membedakan sentuhan aman dan tidak aman, serta mempraktikkan cara mengatakan “tidak” ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman. Materi disampaikan melalui media gambar, permainan edukatif, cerita interaktif, dan penayangan film edukasi sehingga suasana belajar berlangsung aktif dan menyenangkan.
Azmi Fawaz Syahputra menjelaskan bahwa pendidikan mengenai keamanan tubuh penting diberikan sejak dini karena anak sering berinteraksi dengan banyak orang di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. “Anak perlu memahami bahwa tubuh mereka berharga dan mereka memiliki hak untuk menjaga serta melindunginya. Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan keberanian anak untuk berbicara dan mencari bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya,” ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, dan menyampaikan pendapat saat sesi diskusi berlangsung. Beberapa siswa mampu menyebutkan langkah perlindungan diri seperti menjauh dari situasi yang tidak aman, mengatakan “berhenti”, dan melapor kepada guru atau orang tua.

Pihak MI 01 Papungan menyambut baik program edukasi tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan praktis yang relevan dengan kebutuhan anak. Guru-guru berharap materi mengenai keamanan tubuh dapat terus diperkuat melalui kegiatan pembelajaran di sekolah maupun pendampingan orang tua di rumah.
Selain memberikan edukasi langsung kepada siswa, tim MMD juga menyerahkan media edukasi berupa poster dan materi visual sederhana yang dapat dimanfaatkan sekolah sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan. Dokumentasi kegiatan dan hasil evaluasi akan digunakan sebagai bahan pengembangan program serupa pada masa mendatang.
Program “My Body is Mine” sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, Pendidikan Berkualitas, khususnya penguatan keterampilan hidup (life skills) yang mendukung keselamatan dan kesejahteraan anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya berharap tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Kegiatan edukasi di MI 01 Papungan menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa Universitas Brawijaya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui pendidikan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Dengan meningkatnya kesadaran anak mengenai batasan tubuh dan perlindungan diri, diharapkan mereka mampu membangun interaksi sosial yang sehat dan menjaga keselamatan dirinya dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya
Kolaborasi Program MMD UB kelompok 69 Perkuat Partisipasi Pemuda, Inklusivitas, dan Kesehatan Jiwa di Desa Papungan
05-Aug-2026
fotoberita
Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 69 menyelenggarakan kegiatan Program Aksi Pemuda Desa (AMUDA) yang berfokus pada diskusi terkait Partisipasi Pemuda Desa, Edukasi Inklusivitas, dan Sehat Jiwa pada Sabtu (19/7/2026) di Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas organisasi pemuda yang ada di desa Papungan melalui penguatan partisipasi pemuda, peningkatan pemahaman mengenai nilai-nilai inklusivitas, serta edukasi kesehatan jiwa sebagai upaya mewujudkan pemuda yang lebih berdaya dan sejahtera di masyarakat.

Kegiatan diikuti oleh pemuda desa yang terlibat dalam organisasi kepemudaan di desa seperti Karang Taruna, IPNU, dan IPPNU Desa Papungan. Rangkaian kegiatan dibagi ke dalam tiga moderator dengan materi studi kasus masing-masing yang disampaikan oleh anggota tim, yakni Siti Nurazizah Meisya Fazha mengenai penguatan partisipasi pemuda desa, Annisa Mahsa Reva tentang penyuluhan disabilitas dan penerapan lingkungan inklusif, dan terakhir oleh Fadhilah Ahmad mengenai tata cara meregulasi emosi dan coping stress.

Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dan sambutan lalu dilanjut dengan pembagian kelompok dalam sesi Focus Group Discussion dengan kelompok pertama yang membahas materi peran strategis pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan desa. Lalu ada kelompok kedua peserta memperoleh edukasi mengenai inklusivitas dan ragam jenis disabilitas yang menekankan pentingnya menciptakan ruang yang aman dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Kemudian kelompok ketiga mendapatkan materi kesehatan jiwa yang membahas cara mengenali emosi, pentingnya dukungan sosial dalam mengatasi stress, serta langkah sederhana dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Setelah berdiskusi secara intens, setiap kelompok mempresentasikan hasil pembahasan dan menyampaikan kesimpulan sebagai bentuk refleksi atas materi yang telah didiskusikan bersama.


"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat, khususnya para pemuda, tidak hanya memiliki semangat untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang inklusif dan peduli terhadap kesehatan jiwa. Ketiga materi ini saling melengkapi untuk membangun kualitas sumber daya manusia Desa Papungan," ujar Meisya.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang berlangsung pada setiap materi. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa MMD UB Kelompok 69 dalam mendukung pembangunan masyarakat Desa Papungan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

Program ini juga mendukung pencapaian SDGs Desa, khususnya SDGs 3 (Desa Sehat dan Sejahtera), SDGs 4 (Pendidikan Desa Berkualitas), SDGs 10 (Desa Tanpa Kesenjangan), dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Pembangunan Desa).
Selengkapnya
FORMULIR
Berikan Aspirasi mu!
Kami sangat ingin mendengar pendapat dan saran Anda untuk membuat desa kita lebih baik. Apapun yang ingin Anda sampaikan seperti saran, ide, atau masukan semuanya sangat berarti. Yuk, isi formulir di bawah ini dan mari kita bersama-sama membangun desa yang lebih nyaman dan bahagia. Terima kasih banyak atas partisipasinya!

Tidak ada file yang terunggah

* file png atau jpg